Upgrade Fedora 24 Menjadi Fedora 25

Sebelumnya mohon maaf jika tiada gambar diantara kita. Ini adalah catatan pengalaman saya pertama kali meng-upgrade Fedora. Sebelumnya saya selalu fresh install jika ingin upgrade ke versi yang lebih baru. Baiklah, langsung saja kita mulai.

Salah satu alasan kenapa saya betah dengan fedora adalah karena dokumentasinya lengkap. Oleh karena itu, cara yang akan digunakan di sini merupakan hasil dari baca-baca dokumentasi yang telah disediakan fedora. Cara upgrade-nya cukup mudah. Hanya beberapa langkah saja.

1. Melakukan Update Fedora Sebelumnya.
Lakukan update sistem lama dahulu dengan perintah berikut ini :

2. Pasang DNF Plugin yang Berfungsi Untuk Upgrade
Fedora 24 spin KDE yang saya gunakan, belum ter-install DNF plugin yang berfungsi untuk meng-upgrade sistem. Install terlebih dahulu dengan perintah berikut ini :

3. Memulai Upgrade ke Fedora 25
Setelah DNF plugin ter-install, kita bisa segera memulai untuk meng-upgrade ke Fedora 25 dengan perintah di bawah ini :

Perintah tersebut akan men-download semua paket yang dibutuhkan untuk melakukan upgrade ke Fedora 25.
--releasever=25 dapat diganti sesuai dengan kebutuhan.
Menurut primbon Fedora, jika anda mencul masalah karena ada paket yang tidak ada update, dependency paket yang rusak atau sudah tidak didukung lagi, tambahkan --allowerasing ketika mengetikkan perintah di atas. Hal ini berguna untuk mengijinkan DNF untuk menghapus paket-paket yang mungkin menghalangi untuk melakukan upgrade sistem. Untunglah saya tidak perlu melakukan hal tersebut.

4. Reboot dan Upgrade
Untuk men-trigger proses upgrade, lakukan perintah di bawah ini :

Menurut primbon Fedora, setelah menjalankan perintah di atas, system akan restart ke Fedora 24. fedup tool akan meng-create sebuah pilihan baru pada kernel selection / boot screen. Dengan paket dnf-plugin-system-upgrade , system akan restart ke kernel versi terakhir pada Fedora 24, hal ini normal karena proses upgrade belum terjadi. Setelah pemilihan kernal tersebut, upgrade system akan berlangsung.
Upgrade tersebut akan berjalan cukup lama. Pada komputer saya, proses tersebut berlangsung kurang lebih 3 jam.

Setelah upgrade (opsional)
Untunglah saya tidak perlu melakukan hal-hal di bawah ini. Berikut ini adalah beberapa hal tidak wajib yang bisa dilakukan setelah melakukan upgrade :
1. Membersihkan Paket Lama
Kita dapat mengetahui list paket dengan broken dependencies. Caranya adalah sebagai berikut :

Idealnya, paket-paket tersebut tidak ada. Jika ada, kita bisa menghapusnya karena paket tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Pada kasus saya, saya belum menghapusnya sampai saat ini. Saya masih menunggu dampak yang terjadi pada system saya yang baru.
Beberapa paket yang sudah dihapus dari repositori mungkin akan tertinggal pada system. Kita dapat melihatnya dengan perintah :

Jika kita tidak memakainya lagi, kita dapat menghapusnya. Harus diperhatikan juga, paket tersebut hanya valid jika kita sudah meng-update system baru kita. Jadi sebelum melakukan perintah di atas, pastikan bahwa kita sudah melakukan # dnf update . List tersebut bisa juga merupakan paket yang ter-install dari repository pihak ke-tiga (third-party) yang update-nya belum di publish.
Kita dapat menghapus paket yang tidak digunakan menggunakan perintah di bawah ini :

Tutorialnya cukup sekian dulu. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan maupun menjadi panduan bagi yang membutuhkan.

Sumber :
Fedora Magazine – Upgrading Fedora 24 to Fedora 25
Fedora WIKI – DNF system upgrade

Author: Gunawan Wijaya

Gunawan Wijaya sedang ingin mendalami Operating System berbasis Linux yang membuat dia selalu penasaran dan lupa tidur.

Baca Juga

  • Kumachan Xmdua

    gan, kenapa ya ane kena problem “Error: Failed to synchronize cache for repo”
    padahal udah ane dnf clean all.
    ane coba dnf check-update, juga begitu